Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Perumpamaan tentang kehancuran total pasukan gajah yang menjadi seperti dedaunan yang hancur.
Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa "faja'alahum ka'ashfin ma-kuul" merupakan perumpamaan yang sangat tepat untuk menggambarkan kehancuran total pasukan gajah. Ath-Thabari menambahkan bahwa seperti daun yang dimakan ulat hingga hancur berantakan, demikianlah nasib pasukan Abrahah. Ibnu Katsir menguraikan bahwa tidak ada seorangpun dari pasukan itu yang selamat, mereka semua binasa dengan cara yang mengerikan. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan betapa mudahnya Allah menghancurkan musuh-musuh-Nya. Hamka menekankan bahwa kisah ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang berniat jahat terhadap agama Allah.