Bahkan, manusia itu hendak berbuat maksiat terus-menerus.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Bal yurīdūl-insānu liyafjura amāmah" adalah sebab utama keraguan manusia terhadap Kiamat. **Yurīdūl-insānu liyafjura amāmah** (manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus) merujuk pada keinginan manusia yang fasik untuk hidup tanpa batas dan pertanggungjawaban.
---
Ibnu Katsir menafsirkan *liyafjura amāmah* sebagai keinginan untuk terus bermaksiat di masa depan, karena ia tidak percaya adanya hari pembalasan yang menghadang di depannya (*amāmah*). Keinginan untuk bebas dari akuntabilitas inilah yang membuatnya mengingkari Hari Kiamat.