Namun kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā tasyā’ūna illā ay yasyā’allāh" adalah koreksi terhadap pemahaman tentang kebebasan memilih, yang mengarah pada konsep **kehendak mutlak (masyi’ah)** Allah. **Kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah**.
---
Ayat ini menyeimbangkan kebebasan memilih manusia dengan **kekuasaan penuh Allah**. Al-Qurthubi menambahkan bahwa manusia memiliki kehendak, tetapi kehendak itu hanya dapat terealisasi jika sesuai dengan kehendak Allah. Ini mengajarkan bahwa semua ketaatan dan hidayah terjadi atas izin-Nya.