IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 36

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 36

36 Surah Al-Mursalat Ayat 36 ⬇️
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ
📘 Cara Baca:
wa lā yu`żanu lahum fa ya'tażirụn
Arti Terjemahan Indonesia:
dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: 'Aṭf
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭf
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Wāwu al-'Aṭf
Akar Kata: و
لا
tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Nafiyah
Kedudukan: Ḥarf Nafī
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala as-Sukūn
Penjelasan: Taukīd Nafī
Akar Kata: ل ا
يؤذن
diizinkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri' (Majhūl)
Kedudukan: Fi'il Muḍāri' Majhūl
I'rab & Tanda: Marfū' bi aḍ-Ḍammah
Penjelasan: Nā'ib al-Fā'il (huwa) mustatir
Akar Kata: أ ذ ن
لـ
bagi
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Jarr
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Huruf Jarr
Akar Kata: ل
هم
mereka
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah (Ḍamīr), Mudzakkar, Jamak, Mabnī
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Mabnī fī maḥal Jarr
Penjelasan: Ḍamīr Muttasil
Akar Kata: ه م
فـ
maka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: 'Aṭf
Kedudukan: Fā' al-'Aṭf
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Fatḥ
Penjelasan: Fā' al-Sababiyyah
Akar Kata: ف
يعتذرون
mereka meminta maaf
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfū' bi Thubūt al-Nūn
Penjelasan: Af'āl al-Khamsah
Akar Kata: ع ذ ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nafyu Mutlak wa Taʻqīb
*Nafyu* mutlak kedua: **tidak diizinkan mengemukakan alasan (lā yu`dzanu lahum)**. *Taʻqīb* (**فَ / Fa**) menunjukkan bahwa tidak ada kesempatan untuk membela diri.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan mereka tidak diizinkan (berbicara) agar mereka dapat meminta maaf.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa lā yu’dzanu lahum fa ya‘tadzirūn" berarti **Dan mereka tidak diizinkan (berbicara) agar mereka dapat meminta maaf** (*ya‘tadzirūn*). Ath-Thabari menerangkan bahwa izin tidak diberikan karena permintaan maaf mereka tidak akan diterima. Al-Qurthubi menambahkan bahwa permintaan maaf saat itu sudah terlambat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah penolakan terhadap pertobatan yang dipaksakan. Al-Alusi menekankan bahwa pintu taubat telah tertutup. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ketiadaan izin sebagai penegasan keadilan yang tidak memberikan kelonggaran bagi penipu.