➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa ja‘alnān-nahāra ma‘āsyā" berarti **Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan** (*ma‘āsyā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ma‘āsyā* adalah waktu untuk bergerak, bekerja, dan mencari rezeki. Al-Qurthubi menambahkan bahwa siang diciptakan terang agar manusia dapat beraktivitas. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah membedakan antara waktu istirahat dan waktu kerja. Al-Alusi menekankan bahwa keteraturan siang dan malam adalah nikmat besar yang memungkinkan kehidupan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *ma‘āsyā* sebagai waktu aktivitas ekonomi dan sosial.