IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 11

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 11

11 Surah An-Naba Ayat 11 ⬇️
وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ
📘 Cara Baca:
wa ja'alnan-nahāra ma'āsyā
Arti Terjemahan Indonesia:
dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
وجعلنا
Dan Kami menjadikan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: ج ع ل - ن ا
النهار
siang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Maf'ūl Bih Awal
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Maf'ūl Bih Awal.
Akar Kata: ن ه ر
معاشا
sebagai penghidupan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Makān/Maṣdar Mīmī
Kedudukan: Maf'ūl Bih Kedua
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Maf'ūl Bih Kedua.
Akar Kata: ع ي ش
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • مَعَاشًا • Shorof
مَعَاشًا berasal dari akar kata ع ي ش. Bentuk aslinya adalah مَعْيَشٌ, merupakan Isim Ajwaf Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di tengah kata diubah menjadi alif (ا) karena berharakat dan didahului fathah (hukum Isim Makan/Zaman).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini adalah *Muqābalah* (kontras) dengan Ayat 10: **malam untuk pakaian/istirahat** vs **siang untuk mencari penghidupan (maʻāsyā).**
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa ja‘alnān-nahāra ma‘āsyā" berarti **Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan** (*ma‘āsyā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ma‘āsyā* adalah waktu untuk bergerak, bekerja, dan mencari rezeki. Al-Qurthubi menambahkan bahwa siang diciptakan terang agar manusia dapat beraktivitas. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah membedakan antara waktu istirahat dan waktu kerja. Al-Alusi menekankan bahwa keteraturan siang dan malam adalah nikmat besar yang memungkinkan kehidupan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *ma‘āsyā* sebagai waktu aktivitas ekonomi dan sosial.