IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 21

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 21

21 Surah An-Naba Ayat 21 ⬇️
اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ
📘 Cara Baca:
inna jahannama kānat mirṣādā
Arti Terjemahan Indonesia:
Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ان
Sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Taukīd.
Akar Kata: أ ن ن
جهنم
neraka Jahannam
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam (Mamnu' min-aṣ-Ṣarf)
Kedudukan: Isim إِنَّ
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Isim إِنَّ.
Akar Kata: ج ه ن م
كانت
adalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Nāqiṣ
Kedudukan: Khobar إِنَّ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Isim Kāna Dhomir Mustatir.
Akar Kata: ك و ن
مرصادا
tempat pengintai
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Makān
Kedudukan: Khobar كَانَتْ
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Khobar dari كَانَتْ.
Akar Kata: ر ص د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd dan Kinayah
Ayat ini memulai deskripsi balasan. *Taukīd* (**إِنَّ**) menjamin bahwa Neraka adalah **tempat pengintaian (mirṣādā)**, *Kinayah* tentang tempat yang sudah siap menanti orang kafir.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya Neraka Jahannam itu (sebagai) tempat pengintaian.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Inna jahannama kānat mirṣādā" adalah tentang balasan: **Sesungguhnya Neraka Jahannam itu (sebagai) tempat pengintaian** (*mirṣādā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *mirṣādā* adalah tempat yang dipersiapkan dan mengintai orang-orang yang melampaui batas. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Neraka menunggu para pendurhaka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Neraka tidak akan pernah luput dari orang-orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa Neraka telah ada dan siap menyambut. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *mirṣādā* sebagai tempat yang mengawasi dan menangkap.