IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 30

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 30

30 Surah An-Nazi'at Ayat 30 ⬇️
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
📘 Cara Baca:
wal-arḍa ba'da żālika daḥāhā
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - أ ر ض
الأرض
bumi
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada Lafazh Mahal Maf'ūl Bih dari بَنَىٰهَا (atau Manshub karena fi'il yang dihapus: وَدَحَا الأَرْضَ).
Akar Kata: أ ر ض
بعد
setelah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan waktu. Muḍāf.
Akar Kata: ب ع د
ذلك
itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Isyārah
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ذ ل ك
دحاها
Dia menghamparkannya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Hā' (هَا) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: د ح و - ه ا
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • دَحَاهَا • Shorof
دَحَاهَا berasal dari akar kata د ح و. Bentuk aslinya adalah دَحَوَهَا, merupakan Fiil Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻqīb
Kata **دَحَاهَا (daḥāhā/Dia hamparkan)** menunjukkan *Taʻqīb* (tindakan yang mengikuti penciptaan langit), yaitu meratakan bumi untuk dihuni.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan bumi sesudah itu Dia hamparkan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wal-arḍa ba‘da dzālika daḥāhā" berarti **Dan bumi sesudah itu Dia hamparkan** (*daḥāhā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *daḥāhā* berarti menghamparkan, meratakan, atau menjadikan tempat yang layak huni. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *ba‘da dzālika* menunjukkan bahwa penghamparan bumi terjadi setelah penciptaan langit. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah menjadikan bumi tempat yang luas. Al-Alusi menekankan bahwa penghamparan ini adalah nikmat yang memungkinkan kehidupan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *daḥāhā* sebagai penyediaan sarana hidup yang mendasar.