➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa " ‘Abasa wa tawallā" merujuk pada **bermuka masam** (*‘abasa*) **dan berpaling** (*tawallā*) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini terjadi ketika seorang sahabat buta, Abdullah bin Ummi Maktum, datang memohon pengajaran saat Nabi ﷺ sedang fokus berdakwah kepada pembesar Quraisy. Al-Qurthubi menambahkan bahwa perbuatan ini adalah *‘itab* (teguran) dari Allah kepada Nabi ﷺ. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Nabi ﷺ berharap dapat mengislamkan pembesar agar diikuti rakyatnya, sehingga berpaling dari orang buta. Al-Alusi menekankan bahwa teguran ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap orang yang sungguh-sungguh mencari hidayah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *‘abasa wa tawallā* sebagai sikap kemanusiaan yang lebih mengutamakan yang berkuasa.