Pada hari itu manusia lari dari saudaranya,
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yawma yafirrul-mar’u min akhīh" adalah deskripsi kengerian: **Pada hari itu manusia lari dari saudaranya** (*akhīh*). Ath-Thabari menerangkan bahwa manusia lari karena panik dan setiap jiwa hanya memikirkan keselamatannya sendiri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa hubungan darah yang paling dekat pun terputus karena ketakutan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa lari ini adalah karena takut dituntut haknya. Al-Alusi menekankan bahwa kengerian hari itu menghilangkan naluri kasih sayang. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan lari dari saudara sebagai puncak egoisme dan keputusasaan.