IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Abasa Ayat 34

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Abasa Ayat 34

34 Surah Abasa Ayat 34 ⬇️
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ
📘 Cara Baca:
yauma yafirrul-mar`u min akhīh
Arti Terjemahan Indonesia:
pada hari itu manusia lari dari saudaranya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
يوم
Pada hari
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Jawab Syarṭ)
Kedudukan: Maf'ūl Fīh
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan waktu (Jawab Syarṭ dari إِذَا). Muḍāf.
Akar Kata: ي و م
يفر
melarikan diri
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fi'il Muḍāri'.
Akar Kata: ف ر ر
المرء
seseorang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari يَفِرُّ.
Akar Kata: م ر ء
من
dari
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: م ن ن
أخيه
saudaranya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Asmā'ul Khamsah
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Yā' (ي)
Penjelasan: Hā' (هِ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: أ خ و - ه و
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takhṣīṣ
Ayat 34-36 adalah *Takhṣīṣ* (pengkhususan) bagi dahsyatnya hari itu. Seseorang **lari (yafirru)** dari **saudaranya** (hubungan darah terdekat), menunjukkan puncak keputusasaan dan keegoisan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yawma yafirrul-mar’u min akhīh" adalah deskripsi kengerian: **Pada hari itu manusia lari dari saudaranya** (*akhīh*). Ath-Thabari menerangkan bahwa manusia lari karena panik dan setiap jiwa hanya memikirkan keselamatannya sendiri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa hubungan darah yang paling dekat pun terputus karena ketakutan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa lari ini adalah karena takut dituntut haknya. Al-Alusi menekankan bahwa kengerian hari itu menghilangkan naluri kasih sayang. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan lari dari saudara sebagai puncak egoisme dan keputusasaan.