Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam Neraka Jahīm.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa innal-fujjāra lafī jaḥīm" adalah penegasan balasan bagi orang jahat: **orang-orang yang durhaka** (*al-fujjār*) **benar-benar berada dalam Neraka Jahīm**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *al-fujjār* adalah orang yang mendustakan Hari Pembalasan (ayat 9). Al-Qurthubi menambahkan bahwa *al-Jaḥīm* adalah api yang menyala-nyala. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah kontras yang sempurna dengan *na’īm*. Al-Alusi menekankan bahwa *Jaḥīm* adalah tempat yang pasti bagi mereka. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *Jaḥīm* sebagai konsekuensi dari penolakan terhadap kebaikan *Al-Karīm*.