Dan ia patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya ia patuh.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa adzinat li rabbihā wa ḥuqqat" adalah pengulangan dari ayat 2, menegaskan bahwa **bumi patuh kepada Tuhannya**, dan **sudah semestinya ia patuh** untuk melaksanakan perintah Hari Kiamat. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini menekankan kepatuhan universal seluruh alam semesta. Al-Qurthubi menambahkan bahwa patuhnya bumi dan langit menunjukkan keagungan perintah Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa bumi dan langit, meskipun agung, sama-sama tunduk. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada perbedaan dalam kepatuhan makhluk besar. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pengulangan ini sebagai penegasan kebenaran Hari Kiamat.