IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 17

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 17

17 Surah Al-Buruj Ayat 17 ⬇️
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
📘 Cara Baca:
hal atāka ḥadīṡul-junụd
Arti Terjemahan Indonesia:
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
هل
Sudahkah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istifhām
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Istifhām (pertanyaan).
Akar Kata: ه ل ل
أتاك
datang kepadamu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Kāf (كَ) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: أ ت ي - ك
حديث
berita
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari أَتَىٰكَ. Muḍāf.
Akar Kata: ح د ث
الجنود
bala tentara
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari حَدِيثُ.
Akar Kata: ج ن د
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • أَتَاكَ • Shorof
أَتَاكَ berasal dari akar kata أ ت ي. Bentuk aslinya adalah أَتَيَكَ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Lit-Tafkhīm
Pertanyaan **هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ (Hal atāka ḥadītsu/Sudahkah sampai kepadamu berita)** adalah *Istifhām Lit-Tafkhīm* (mengagungkan/membesarkan) perkara kehancuran kaum kafir terdahulu, menarik perhatian pendengar.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Hal atāka ḥadītsul-junūd" adalah pertanyaan untuk menarik perhatian kepada **berita tentang bala tentara** (*al-junūd*) terdahulu yang dibinasakan. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pertanyaan ini adalah pengalihan dari ancaman *Ukhdūd* ke contoh sejarah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tujuannya adalah memberi peringatan kepada kaum kafir Mekah agar mengambil pelajaran. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *al-junūd* adalah kelompok-kelompok besar yang menentang para nabi. Al-Alusi menekankan bahwa mereka yang berbuat zalim selalu berakhir dengan kehancuran. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pertanyaan ini sebagai pengantar kisah pembalasan Allah.