Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Alladzī lahū mulkus-samāwāti wal-arḍi wallāhu ‘alā kulli syai'in syahīd" adalah penegasan sifat Allah: **pemilik kerajaan langit dan bumi** dan **Maha Menyaksikan** (*syahīd*) segala sesuatu. Ibnu Katsir menerangkan bahwa kekuasaan mutlak Allah memastikan bahwa Dia mampu membalas para pelaku *Ukhdūd*. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *syahīd* di sini menguatkan bahwa Allah adalah saksi atas kekejaman yang mereka lakukan (ayat 7). Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah adalah satu-satunya penguasa yang dapat memberikan pertolongan dan balasan. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada yang dapat bersembunyi dari pengawasan-Nya. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai jaminan kemenangan bagi orang yang beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.