Yaitu bintang yang cahayanya menembus.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "An-najmus sāqib" adalah jawaban dari pertanyaan sebelumnya, yaitu **bintang** (*an-najm*) yang **cahayanya menembus** (*as-sāqib*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *sāqib* berarti menembus dengan cahayanya hingga ke bumi. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *sāqib* adalah bintang yang bercahaya terang. Al-Baidhawi menguraikan bahwa bintang ini adalah bukti bahwa Allah Mahakuasa menciptakan sumber cahaya yang jauh. Al-Alusi menekankan bahwa bintang ini adalah pengingat bahwa Allah Mahamenyaksikan segala sesuatu. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan bintang yang menembus sebagai simbol kebenaran yang menembus kebatilan.