IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 3

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 3

3 Surah Al-A'la Ayat 3 ⬇️
وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ
📘 Cara Baca:
wallażī qaddara fa hadā
Arti Terjemahan Indonesia:
Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan Yang
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf, Ma'ṭūf kepada ٱلَّذِى sebelumnya.
Akar Kata: و - ل ذ ي
الذي
yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada ٱلَّذِى.
Akar Kata: ل ذ ي
قدر
menetapkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Allah).
Akar Kata: ق د ر
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: ف
هدى
memberi petunjuk
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada قَدَّرَ.
Akar Kata: ه د ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • فَهَدَى • Shorof
فَهَدَى berasal dari akar kata ه د ي. Bentuk aslinya adalah فَهَدَيَ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah dan Taʻqīb
Sama seperti Ayat 2, huruf **فَ (Fa)** pada **فَهَدَى (fa hadā/dan memberi petunjuk)** menunjukkan *Taʻqīb*: Penentuan kadar (takdir) segera diikuti oleh pemberian petunjuk untuk mencapai takdir tersebut.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Penjelasan kedua tentang sifat Allah, yaitu Penentu takdir dan Pemberi hidayah.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Walladzī qaddara fa hadā" berarti Allah adalah **Dzat yang menentukan kadar** (*qaddara*) atau takdir setiap makhluk dan **memberi petunjuk** (*hadā*) kepada mereka. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *qaddara* meliputi penentuan rezeki, ajal, dan bentuk, dan *hadā* merujuk pada petunjuk insting (hewan) atau petunjuk syariat (manusia). Al-Qurthubi menambahkan bahwa *hadā* mencakup petunjuk umum bagi semua makhluk untuk menjalani kehidupannya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penentuan dan petunjuk ini menunjukkan kebijaksanaan Allah. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada satupun makhluk yang tersesat dari takdir yang telah ditetapkan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *hadā* sebagai penanaman fitrah kebenaran dalam diri manusia.