➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup. Kategori kedua dari amal, yaitu orang yang bakhil (pelit) dan sombong (merasa tidak butuh Allah).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa ammaa mam bakhila" merujuk pada orang yang **kikir** (menahan harta) dan "was taghnaa" (merasa dirinya cukup) sehingga **tidak membutuhkan Tuhan**. Ath-Thabari menerangkan bahwa ini adalah kontras dengan ayat 5, di mana bakhil adalah lawan dari memberi, dan merasa cukup adalah lawan dari takwa. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini turun untuk mencela orang-orang kikir yang menolak berinfak. Al-Alusi menguraikan bahwa merasa cukup adalah penyakit hati yang menghalangi manusia dari ketaatan. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa kekikiran dan kesombongan adalah dua sifat buruk yang saling berkaitan. Sayyid Quthb menekankan bahwa kekikiran adalah hasil dari lupa akan sumber rezeki.