Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? Penegasan kekuasaan dan keadilan mutlak Allah dalam menetapkan hukum dan pembalasan.
Imam Ibnu Katsir menutup surah ini dengan penegasan bahwa "Alaisallahu bi ahkamil haakimiin" berarti Allah adalah **Hakim yang paling adil** di antara semua yang menetapkan hukum, dan Dia tidak akan berbuat zalim. Ath-Thabari menjelaskan bahwa ini adalah penetapan kebijaksanaan dan keadilan sempurna Allah dalam memberi pahala dan hukuman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini adalah perintah untuk mengakui keadilan-Nya, yang dijawab oleh sebagian sahabat dengan mengucapkan: "Balaa wa ana 'alaa dzaalika minasy syaahidiin" (Ya, dan aku termasuk orang yang bersaksi atas itu). Al-Alusi menguraikan bahwa keadilan-Nya mutlak, sehingga pembalasan di akhirat adalah suatu kepastian. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menyimpulkan bahwa surah ini mengajak manusia merenungi keadilan melalui keajaiban penciptaan.