(Yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa ubun-ubun yang akan diseret itu adalah milik orang yang memiliki sifat **pendusta** ("naashiyatin kaadzibatin") dan **berdosa** ("khaathi'ah"). Ath-Thabari menjelaskan bahwa ubun-ubunnya dinamai pendusta dan berdosa karena merupakan pusatnya, menunjukkan bahwa kebohongan dan dosa telah menguasai dirinya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah penegasan sifat buruk Abu Jahal yang mendustakan Nabi. Al-Alusi menguraikan bahwa *naashiyah* yang ditarik adalah simbol hilangnya kehormatan dan kendali.