Segala puji hanya milik Allah sebagai Rabb seluruh alam. Alhamdulillah mengandung makna syukur atas semua nikmat yang diberikan-Nya, baik yang kita ketahui maupun yang tidak.
Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "alhamdulillah" adalah pujian kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna dan nikmat-Nya yang tak terhitung. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa pujian ini mencakup semua jenis nikmat, baik agama maupun dunia, yang diketahui maupun tidak. Ibnu Katsir menerangkan bahwa "Rabbil alamin" menunjukkan Allah sebagai Pengatur, Pemelihara, dan Pendidik seluruh alam semesta. Al-Alusi menguraikan bahwa alam mencakup segala yang ada selain Allah, baik yang nyata maupun gaib. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa pengakuan ini membebaskan manusia dari menyembah alam dan mengembalikan penyembahan hanya kepada Pencipta alam.