Lalu menembus ke tengah-tengah kumpulan musuh. Gambaran tentang keberanian pasukan muslimin yang menerobos barisan musuh.
Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa "fa-wasathna bihii jam-an" menunjukkan keberanian pasukan berkuda yang menerobos dan memecah konsentrasi musuh. Ath-Thabari menambahkan bahwa "wasathna" berarti memasuki dan mengacaukan barisan musuh dari tengah. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ini adalah taktik militer yang membutuhkan keberanian dan keahlian tinggi. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa penerobosan tengah biasanya dilakukan untuk memecah belah dan melemahkan musuh. Hamka menekankan bahwa ini menunjukkan semangat jihad yang tidak kenal takut.