IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Adiyat Ayat 5

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Adiyat Ayat 5

5 Surah Al-'Adiyat Ayat 5 ⬇️
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
📘 Cara Baca:
fa wasaṭna bihī jam'ā
Arti Terjemahan Indonesia:
lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: ف
وسطن
mereka menyerbu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi, Jamak Muannats
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada أَثَرْنَ. Nūn (نَ) adalah Fā'il.
Akar Kata: و س ط
به
dengannya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Kasrah
Penjelasan: Jār (ب) dan Majrūr (هِ).
Akar Kata: ب - ه و
جمعا
di tengah-tengah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar / Ḥāl
Kedudukan: Maf'ūl Fīh / Ḥāl
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan tempat (Maf'ūl Fīh) atau Keterangan keadaan (Ḥāl).
Akar Kata: ج م ع
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
فَوَسَطْنَ (Lalu menyerbu ke tengah)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah + 'Aṭfī - Fā' 'Aṭf. Di-'aṭaf'kan pada Atharna.
Tipe Analisis: Frasa
بِهِ (Dengannya)
Frasa: Jār Majrūr - Muta'alliq pada Wasaṭna.
Tipe Analisis: Kata
جَمْعًا (Kumpulan (musuh))
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ta`qīb wa Nihāyah
Ayat ini adalah *Nihāyah* (akhir) dari aksi kuda perang: memasuki **جَمْعًا (Jam'ā/kumpulan)** musuh. Seluruh rangkaian sumpah (Ayat 1-5) membangun klimaks sebelum menyampaikan tujuan utama surat.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Lalu menembus ke tengah-tengah kumpulan musuh. Gambaran tentang keberanian pasukan muslimin yang menerobos barisan musuh.

Penjelasan Detail:

Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa "fa-wasathna bihii jam-an" menunjukkan keberanian pasukan berkuda yang menerobos dan memecah konsentrasi musuh. Ath-Thabari menambahkan bahwa "wasathna" berarti memasuki dan mengacaukan barisan musuh dari tengah. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ini adalah taktik militer yang membutuhkan keberanian dan keahlian tinggi. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa penerobosan tengah biasanya dilakukan untuk memecah belah dan melemahkan musuh. Hamka menekankan bahwa ini menunjukkan semangat jihad yang tidak kenal takut.