Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak bersyukur kepada Tuhannya. Peringatan tentang sifat dasar manusia yang cenderung ingkar nikmat.
Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa "innal insaana lirabbihii lakanuud" merupakan teguran terhadap sifat manusia yang sering melupakan Tuhannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "kanuud" berarti sangat ingkar dan tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan. Ath-Thabari menguraikan bahwa meskipun manusia mendapat banyak nikmat, mereka tetap ingkar dan kufur. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa ini adalah sifat bawaan manusia yang harus diatasi dengan iman. Az-Zamakhsyari menekankan bahwa pengingkaran ini terutama terhadap nikmat terbesar - hidayah Islam.