Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (mengakui) keingkarannya. Pengakuan bahwa manusia sendiri sebenarnya tahu akan sifat ingkar mereka.
Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "wa innahuu 'alaa dzaalika lasyahuud" menunjukkan bahwa manusia sebenarnya menyadari keingkarannya sendiri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengakuan ini bisa melalui ucapan, perbuatan, atau pengakuan batin. Ibnu Katsir menguraikan bahwa fitrah manusia mengetahui kebenaran, tetapi hawa nafsu yang menutupinya. Al-Alusi menjelaskan bahwa ini menjadi bukti di hari kiamat bahwa mereka tidak bisa berdalih. Sayyid Quthb menekankan bahwa pengakuan ini membuat manusia tidak punya alasan di hadapan Allah.