IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Adiyat Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Adiyat Ayat 7

7 Surah Al-'Adiyat Ayat 7 ⬇️
وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ
📘 Cara Baca:
wa innahụ 'alā żālika lasyahīd
Arti Terjemahan Indonesia:
dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
انه
sesungguhnya dia
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Ḥarf Taukīd. Hā' (هُ) Isim إِنَّ.
Akar Kata: أ ن ن - ه و
على
atas
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ع ل و
ذلك
yang demikian itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Isyārah
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: ذ ل ك
لشهيد
benar-benar menyaksikan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Khobar Anna
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari إِنَّ.
Akar Kata: ش ه د
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
وَإِنَّهُ (Dan sesungguhnya dia)
Kalimat: Jumlah Ismiyyah (Tawkil) + 'Aṭfī - Wāw 'Aṭf. Inna + Ismu Inna.
Tipe Analisis: Frasa
عَلَىٰ ذَٰلِكَ (Atas yang demikian itu)
Frasa: Jār Majrūr - Muta'alliq pada Shahīd.
Tipe Analisis: Kata
لَشَهِيدٌ (Benar-benar menjadi saksi)
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd ba`da Taukīd
Ayat ini melanjutkan penegasan (*Taukīd*), bahwa manusia pada dasarnya sadar dan menjadi saksi atas keangkuhan dan keengganannya sendiri.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (mengakui) keingkarannya. Pengakuan bahwa manusia sendiri sebenarnya tahu akan sifat ingkar mereka.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "wa innahuu 'alaa dzaalika lasyahuud" menunjukkan bahwa manusia sebenarnya menyadari keingkarannya sendiri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengakuan ini bisa melalui ucapan, perbuatan, atau pengakuan batin. Ibnu Katsir menguraikan bahwa fitrah manusia mengetahui kebenaran, tetapi hawa nafsu yang menutupinya. Al-Alusi menjelaskan bahwa ini menjadi bukti di hari kiamat bahwa mereka tidak bisa berdalih. Sayyid Quthb menekankan bahwa pengakuan ini membuat manusia tidak punya alasan di hadapan Allah.