Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Peringatan bahwa kelalaian akibat bermegah-megahan akan berlanjut sampai kematian.
Imam Al-Qurthubi memaparkan bahwa "hatta zurtumul maqaabir" menunjukkan bahwa kelalaian manusia bisa berlangsung sepanjang hidup hingga ajal menjemput. Ath-Thabari menambahkan bahwa "zurtum" berarti mengunjungi, dalam konteks ini mengunjungi kuburan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Ibnu Katsir menguraikan bahwa banyak manusia yang baru tersadar ketika sudah berada di liang lahat, tetapi saat itu sudah terlambat. Al-Alusi menjelaskan bahwa kematian adalah pengingat paling keras bagi yang lalai. Hamka menekankan bahwa kuburan mengajarkan kesetaraan - semua manusia sama di hadapan tanah.