IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takasur Ayat 2

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takasur Ayat 2

2 Surah At-Takasur Ayat 2 ⬇️
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
📘 Cara Baca:
ḥattā zurtumul-maqābir
Arti Terjemahan Indonesia:
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
حتى
sehingga
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Ghāyah wa Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf yang menunjukkan tujuan (sampai).
Akar Kata: ح ت ت
زرتم
kalian menziarahi
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fi'il Māḍi. Tā' (تُمُ) adalah Fā'il.
Akar Kata: زَارَ - يَزُوْرُ - زَوْرًا ز و ر
المقابر
kuburan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari زُرْتُمُ.
Akar Kata: ق ب ر
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
حَتَّىٰ زُرْتُمُ (Sampai kamu memasuki)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Ḥattā Harf Ghāyah wa Jarr. Zurtum: Fi'il al-Sharṭ yang Majrur.
Tipe Analisis: Kata
الْمَقَابِرَ (Kuburan)
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ghāyah wa Ijaz
Ayat ini menetapkan batas akhir (*Ghāyah*) dari pelalaian itu, yaitu **زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (zurtumul maqābir/sampai kalian mengunjungi kuburan)**. Penggunaan kata *mengunjungi* (**زُرْتُمْ**) pada kuburan adalah *Ijaz* (keringkasan) yang bermakna bahwa keberadaan manusia di dunia ini hanyalah sementara, seperti tamu yang akan segera pergi.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Peringatan bahwa kelalaian akibat bermegah-megahan akan berlanjut sampai kematian.

Penjelasan Detail:

Imam Al-Qurthubi memaparkan bahwa "hatta zurtumul maqaabir" menunjukkan bahwa kelalaian manusia bisa berlangsung sepanjang hidup hingga ajal menjemput. Ath-Thabari menambahkan bahwa "zurtum" berarti mengunjungi, dalam konteks ini mengunjungi kuburan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Ibnu Katsir menguraikan bahwa banyak manusia yang baru tersadar ketika sudah berada di liang lahat, tetapi saat itu sudah terlambat. Al-Alusi menjelaskan bahwa kematian adalah pengingat paling keras bagi yang lalai. Hamka menekankan bahwa kuburan mengajarkan kesetaraan - semua manusia sama di hadapan tanah.