IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Ma'un Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Ma'un Ayat 7

7 Surah Al-Ma'un Ayat 7 ⬇️
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ
📘 Cara Baca:
wa yamna'ụnal-mā'ụn
Arti Terjemahan Indonesia:
dan enggan (memberikan) bantuan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
يمنعون
mereka enggan memberi
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada يُرَآءُونَ. Wāw adalah Fā'il.
Akar Kata: م ن ع
الماعون
bantuan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari يَمْنَعُونَ.
Akar Kata: م ع ن
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
وَيَمْنَعُونَ (Dan mereka enggan (memberikan))
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah + 'Aṭfī - Wāw 'Aṭf. Di-'aṭaf'kan pada Yurā'ūna.
Tipe Analisis: Kata
الْمَاعُونَ (Bantuan)
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ta'mīm ba'da Takhṣīṣ
Setelah mengkritik perbuatan buruk besar (menghardik yatim) dan ibadah yang cacat (riya), surat ditutup dengan *Ta'mīm* (generalisasi) dengan mencela keengganan terhadap **الْمَاعُونَ (al-Mā'ūn/barang yang berguna)**. *Al-Mā'ūn* mencakup kebaikan kecil dan pertolongan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa ketiadaan iman menyebabkan ketiadaan kebaikan sekecil apa pun.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan enggan menolong dengan barang berguna. Penolakan untuk memberikan bantuan meskipun mampu, sebagai bukti nyata pendustaan terhadap agama.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "wa yamna uunal mauun" menunjukkan sikap kikir dan enggan menolong sesama dengan barang-barang yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "al-ma uun" mencakup semua bentuk bantuan dan pinjaman yang dibutuhkan orang lain, sekalipun nilainya kecil. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ini adalah puncak dari sifat pendusta agama: tidak peduli pada anak yatim, tidak mendorong membantu orang miskin, dan akhirnya menolak memberikan bantuan sama sekali. Al-Alusi menjelaskan bahwa enggan menolong merupakan bukti tidak adanya rasa persaudaraan dalam hati. Sayyid Quthb menekankan bahwa Islam adalah agama yang menekankan kepedulian sosial sebagai manifestasi keimanan.