Dan enggan menolong dengan barang berguna. Penolakan untuk memberikan bantuan meskipun mampu, sebagai bukti nyata pendustaan terhadap agama.
Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "wa yamna uunal mauun" menunjukkan sikap kikir dan enggan menolong sesama dengan barang-barang yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "al-ma uun" mencakup semua bentuk bantuan dan pinjaman yang dibutuhkan orang lain, sekalipun nilainya kecil. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ini adalah puncak dari sifat pendusta agama: tidak peduli pada anak yatim, tidak mendorong membantu orang miskin, dan akhirnya menolak memberikan bantuan sama sekali. Al-Alusi menjelaskan bahwa enggan menolong merupakan bukti tidak adanya rasa persaudaraan dalam hati. Sayyid Quthb menekankan bahwa Islam adalah agama yang menekankan kepedulian sosial sebagai manifestasi keimanan.