Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Pernyataan tentang konsistensi dalam menolak kemusyrikan sepanjang masa.
Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa "wa laa anaa 'aabidum maa 'abattum" menegaskan bahwa Rasulullah dan kaum muslimin tidak akan pernah menyembah berhala, baik di masa lalu maupun masa depan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penegasan ini penting untuk menghilangkan keraguan orang musyrik yang berharap bisa menarik kaum muslimin kembali ke kemusyrikan. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ayat ini mengandung makna penolakan terhadap seluruh sistem penyembahan yang bathil, sekalipun dilakukan oleh nenek moyang. Al-Alusi menjelaskan bahwa pernyataan ini menunjukkan konsistensi dan keteguhan dalam memegang prinsip tauhid. Sayyid Quthb menekankan bahwa ayat ini mengajarkan tentang pentingnya istiqamah dalam kebenaran dan tidak goyah oleh tekanan maupun bujukan.