Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Pengakuan bahwa orang musyrik tidak akan pernah mau menerima tauhid.
Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa "wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud" merupakan pengakuan realistis bahwa orang-orang musyrik dengan kesombongannya tidak akan pernah menerima tauhid. Ath-Thabari menambahkan bahwa ini adalah bantahan terhadap ilusi bahwa kedua belah pihak bisa bertemu pada titik tengah dalam masalah akidah. Ibnu Katsir menguraikan bahwa ayat ini menyempurnakan gambaran tentang jurang pemisah yang tidak bisa dijembatani antara iman dan kufur. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa pengulangan pola kalimat dalam surah ini menciptakan penekanan retorika yang sangat kuat tentang perbedaan yang absolut. Hamka menekankan bahwa pengakuan ini mengajarkan sikap realistis dalam berdakwah tanpa berharap pada perubahan yang tidak mungkin.