IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Talaq Ayat 1

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Talaq Ayat 1

1 Surah At-Talaq Ayat 1 ⬇️
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَاَحْصُوا الْعِدَّةَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ رَبَّكُمْۚ لَا تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْۢ بُيُوْتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهٗ ۗ لَا تَدْرِيْ لَعَلَّ اللّٰهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذٰلِكَ اَمْرًا
📘 Cara Baca:
yā ayyuhan-nabiyyu iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa ṭalliqụhunna li'iddatihinna wa aḥṣul-'iddah, wattaqullāha rabbakum, lā tukhrijụhunna mim buyụtihinna wa lā yakhrujna illā ay ya`tīna bifāḥisyatim mubayyinah, wa tilka ḥudụdullāh, wa may yata'adda ḥudụdallāhi fa qad ẓalama nafsah, lā tadrī la'allallāha yuḥdiṡu ba'da żālika amrā
Arti Terjemahan Indonesia:
Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.
Analisis I'rab untuk ayat ini belum tersedia.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nidā`, Amr, Nahyu, Syarth, dan Tardjī
*Nidā`* (seruan) kepada Nabi SAW dan umat. Dua *Amr* (perintah) wajib: **ceraikanlah... pada waktu iddahnya** dan **hitunglah waktu iddah**. Dua *Nahyu* (larangan): **Janganlah kamu keluarkan mereka** dan **janganlah mereka keluar** (kecuali *Istithnā`* perbuatan keji). *Syarth* dan *Waiʻd* (ancaman): **barangsiapa melanggar... maka sungguh dia telah menzalimi dirinya sendiri**. *Tardjī* (ungkapan harapan): **barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru (amrā)** (yaitu keinginan rujuk).