Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami.
Imam **Ibnu Katsir** menjelaskan bahwa "Kallā innahū kāna li āyātinā ‘anīdā" adalah penolakan tegas atas harapannya. **Kallā** (Sekali-kali tidak) adalah penolakan terhadap permintaannya. **Menurut Ath-Thabari**, *‘anīdā* berarti menentang dengan keras kepala dan sombong.
---
**Al-Qurthubi** menafsirkan penentangan ini terjadi meskipun ia tahu kebenaran Al-Qur’an. **Al-Baidhawi** menyatakan bahwa sifat keras kepalanya (*‘anīdā*) membuat ia tidak layak mendapat tambahan nikmat. **Sayyid Quthb (Fi Zhilal)** melihat ini sebagai akhir dari ujian nikmat. **Al-Alusi** menegaskan bahwa penentangan ini adalah alasan utama ia diancam Neraka.