dan betis (yang satu) bertaut dengan betis (yang lain),
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wal-taffatis-sāqu bis-sāq" adalah deskripsi lanjutan dari sakaratul maut. **Al-taffatis-sāqu bis-sāq** (betis bertaut dengan betis) memiliki dua tafsir utama: 1) Keduanya menjadi lemah dan lumpuh, tidak mampu bergerak sama sekali karena kematian menjemput; 2) Rasa sakit kematian dan rasa sakit perpisahan dengan dunia **bertemu dan menyatu** (bertali) pada betis.
---
Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ini adalah detik-detik terakhir ketika semua kekuatan hilang, dan manusia menyadari bahwa ia sedang menuju Hari Kiamat.