hanya kepada Tuhanmu pada hari itu dia digiring.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Ilā rabbika yauma’iżinil-masāq" adalah realitas setelah perpisahan. **Ilā rabbika** (Hanya kepada Tuhanmu) **al-masāq** (dia digiring) menunjukkan bahwa setelah kematian, ruh digiring menuju Allah untuk menghadapi perhitungan.
---
Ayat ini menegaskan bahwa segala upaya untuk lari (*aināl-mafarr*) atau mencari penyembuh (*man rāq*) sia-sia, karena **tujuan akhir semua perjalanan adalah Allah**.