Bukankah dia hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke rahim)?
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Alam yaku nuṭfatan mim maniyyin yumnā" adalah bukti pertama kekuasaan Allah. **Nuṭfatan mim maniyyin yumnā** (setetes mani yang ditumpahkan) mengingatkan manusia pada asal-usulnya yang hina dan lemah.
---
Jika Allah mampu menciptakan manusia yang sombong itu dari air mani yang tidak berharga, maka Dia **pasti mampu menghidupkannya kembali** dan menghisabnya. Ini adalah argumen yang sama dengan pembuka Surah Al-Insan (76).