Maka, Allah melindungi mereka dari kejahatan hari itu dan menganugerahi mereka keceriaan dan kegembiraan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa waqāhumullāhu syarra dzālikal-yawmi wa laqqāhum naḍrataw wa surūrā" adalah janji balasan. **Waqāhumullāhu syarra dzālikal-yawm** (Allah melindungi mereka dari kejahatan hari itu) merujuk pada keselamatan mereka dari kengerian Kiamat dan Neraka.
---
Sebagai gantinya, Allah menganugerahi mereka **naḍratā** (keceriaan/sinar wajah) dan **surūrā** (kegembiraan hati). Al-Alusi dan Hamka menekankan bahwa *naḍratā* adalah cahaya dan keindahan di wajah, sedangkan *surūrā* adalah kebahagiaan batin. Mereka mendapatkan ketenangan fisik dan spiritual.