Dan naungan (pohon-pohon Surga) menaungi mereka, dan buah-buahan (Surga) mudah dipetik.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa dāniyatan ‘alaihim ẓilāluhā wa żullilat quṭūfuhā tażlīlā" adalah penegasan ketersediaan nikmat. **Dāniyatān ‘alaihim ẓilāluhā** (naungan menaungi mereka) berarti naungan pohon-pohon Surga selalu dekat dan melindungi mereka.
---
**Quṭūfuhā tażlīlā** (buah-buahan mudah dipetik) menunjukkan bahwa buah-buahan Surga dapat dipetik dengan sangat mudah, tanpa perlu berdiri atau meraih. Al-Qurthubi menambahkan bahwa buah-buahan itu akan mendekat ke tangan penghuni Surga. Ini melambangkan **kenikmatan tanpa usaha**.