(Yaitu) mata air (di Surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang dapat mereka alirkan dengan mudah (ke mana saja).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merinci sumber *kāfūr*: **‘Aynan yasyrobu bihā ‘ibādullāhi yufajjirūnahā tafjīrā** (mata air yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang dapat mereka alirkan dengan mudah). *‘Ibādullāhi* (hamba-hamba Allah) merujuk pada **kekasih Allah** dari golongan *al-abrār* yang disebutkan sebelumnya.
---
**Yufajjirūnahā tafjīrā** (mengalirkannya dengan mudah) menunjukkan bahwa mata air tersebut berada di bawah kendali penuh mereka, dapat dialirkan ke tempat mana pun yang mereka inginkan tanpa kesulitan. Al-Alusi menekankan bahwa kemudahan ini adalah bentuk penghormatan dan kenikmatan yang tiada tara.