Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman kesepuluh: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini menyusul penolakan mereka untuk rukuk dan beribadah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah hukuman bagi penolakan ibadah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa setiap penolakan adalah kedustaan. Al-Alusi menekankan bahwa penolakan ketaatan akan berujung pada kehancuran. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pengulangan ini sebagai penegasan bahwa penolakan ibadah adalah mendustakan agama.