Dan Kami menjadikan tidurmu sebagai istirahat.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa ja‘alnā nawmakum subātā" berarti **Dan Kami menjadikan tidurmu sebagai istirahat** (*subātā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *subāt* adalah pemutusan sementara dari gerakan dan pekerjaan untuk istirahat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tidur adalah rahmat Allah untuk memulihkan tenaga. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tidur adalah kematian sementara. Al-Alusi menekankan bahwa Allah yang mampu "mematikan" dan "menghidupkan" dalam tidur pasti mampu membangkitkan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *subātā* sebagai penegasan bahwa istirahat adalah kebutuhan mendasar yang diatur oleh Allah.