IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 13

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 13

13 Surah An-Nazi'at Ayat 13 ⬇️
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ
📘 Cara Baca:
fa innamā hiya zajratuw wāḥidah
Arti Terjemahan Indonesia:
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
Maka sesungguhnya ia
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Isti'nāf dan Kaffah
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fā' Isti'nāf. Innamā (إِنَّمَا) Kaffah (membatalkan fungsi Inna).
Akar Kata: ف - أ ن ن - م ا
إنما
sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Kaffah
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Inna (إِنَّ) dan Mā (مَا) Kaffah.
Akar Kata: أ ن ن - م ا
هي
ia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada' (Fa'il).
Akar Kata: ه و
زجرة
adalah sekali tiupan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari هِيَ.
Akar Kata: ز ج ر
واحدة
saja
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Na'at bagi زَجْرَةٌ.
Akar Kata: و ح د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ḥaṣr Bil-Innamā
Ayat ini adalah *Jawāb* (jawaban) bagi keraguan mereka. **فَإِنَّمَا (Fa innamā/Maka sesungguhnya hanyalah)** adalah *Ḥaṣr* (pembatasan) yang menegaskan bahwa kebangkitan hanya membutuhkan **sekali tiupan (zajratun wāḥidah)**, menunjukkan kemudahan bagi Allah.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah satu kali tiupan saja.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa innamā hiya zajratuw wāḥidah" adalah jawaban tegas Allah: **Sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah satu kali tiupan saja** (*zajratuw wāḥidah*), yaitu tiupan sangkakala kedua. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *zajrah* adalah teriakan atau gertakan yang menghidupkan semua yang mati. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kekuatan tiupan kedua ini jauh lebih dahsyat dari dugaan mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kebangkitan adalah urusan yang sangat mudah bagi Allah. Al-Alusi menekankan bahwa tiupan tunggal membuktikan kekuasaan Allah yang tiada tanding. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *zajratuw wāḥidah* sebagai penegasan kemudahan proses kebangkitan.