Sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah satu kali tiupan saja.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa innamā hiya zajratuw wāḥidah" adalah jawaban tegas Allah: **Sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah satu kali tiupan saja** (*zajratuw wāḥidah*), yaitu tiupan sangkakala kedua. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *zajrah* adalah teriakan atau gertakan yang menghidupkan semua yang mati. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kekuatan tiupan kedua ini jauh lebih dahsyat dari dugaan mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kebangkitan adalah urusan yang sangat mudah bagi Allah. Al-Alusi menekankan bahwa tiupan tunggal membuktikan kekuasaan Allah yang tiada tanding. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *zajratuw wāḥidah* sebagai penegasan kemudahan proses kebangkitan.