IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 43

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 43

43 Surah An-Nazi'at Ayat 43 ⬇️
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
📘 Cara Baca:
fīma anta min żikrāhā
Arti Terjemahan Indonesia:
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
في
tentang apa
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (فِي) dan Majrūr (مَا Istifhāmīyah). Khobar Muqaddam.
Akar Kata: ف ي ي - م ا
أنت
engkau
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada' Muakhkhar
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada' Muakhkhar.
Akar Kata: أ ن ت
من
dari
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: م ن ن
ذكراها
menerangkan itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah Muqaddarah
Penjelasan: Hā' (هَا) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ذ ك ر - ه ا
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Inkārī
Pertanyaan Allah kepada Nabi SAW (**fīma anta min dzikrāhā/untuk apa engkau menjelaskan tentang Kiamat itu?**) adalah *Istifhām Inkārī* yang mengandung teguran halus, yang maknanya **Bukan urusanmu untuk menjelaskan waktu terjadinya**, menegaskan keterbatasan ilmu manusia.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Bukanlah wewenangmu (Muhammad) untuk menyebutkan waktu terjadinya (Kiamat).

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fīma anta min dzikrānā" adalah jawaban Allah: **Bukanlah wewenangmu (Muhammad) untuk menyebutkan waktu terjadinya (Kiamat)**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *dzikrānā* berarti waktu penjelasannya atau waktunya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengetahuan tentang waktu Kiamat adalah rahasia Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah penegasan bahwa Nabi ﷺ adalah hamba Allah, bukan yang mengetahui gaib. Al-Alusi menekankan bahwa pengetahuan Kiamat hanya milik Allah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai pembebasan tanggung jawab Nabi ﷺ dari menjawab hal yang rahasia Ilahi.