Dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang berdebu.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa wujūhun yawma’idzin ‘alaihā ghabarah" adalah kontras kedua: **Dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang berdebu** (*ghabarah*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *ghabarah* adalah debu atau kegelapan yang menutupi wajah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa wajah berdebu adalah tanda kesedihan dan kehinaan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah wajah orang-orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa debu ini adalah simbol kesusahan dan azab yang akan datang. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan debu ini sebagai simbol kekecewaan dan kegagalan yang membebani jiwa.