IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Abasa Ayat 40

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Abasa Ayat 40

40 Surah Abasa Ayat 40 ⬇️
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ
📘 Cara Baca:
wa wujụhuy yauma`iżin 'alaihā gabarah
Arti Terjemahan Indonesia:
dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan wajah-wajah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - و ج ه
وجوه
wajah-wajah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Ma'ṭūf (Mubtada')
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Ma'ṭūf kepada وُجُوهٌ.
Akar Kata: و ج ه
يومئذ
pada hari itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Ẓarf Zamān. Iḍh (إِذٍ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ي و م - أ ذ ا
عليها
atasnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (عَلَى) dan Majrūr (هَا). Khobar Muqaddam.
Akar Kata: ع ل و - ه ا
غبرة
terdapat debu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Mubtada' Muakhkhar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Mubtada' Muakhkhar.
Akar Kata: غ ب ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini adalah *Muqābalah* (kontras) sempurna dengan Ayat 38: **wajah berseri-seri** vs **wajah tertutup debu (ghabarah)**, yang merupakan *Kinayah* tentang kesedihan dan kehinaan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang berdebu.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa wujūhun yawma’idzin ‘alaihā ghabarah" adalah kontras kedua: **Dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang berdebu** (*ghabarah*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *ghabarah* adalah debu atau kegelapan yang menutupi wajah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa wajah berdebu adalah tanda kesedihan dan kehinaan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah wajah orang-orang kafir. Al-Alusi menekankan bahwa debu ini adalah simbol kesusahan dan azab yang akan datang. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan debu ini sebagai simbol kekecewaan dan kegagalan yang membebani jiwa.