Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) dibuka.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa idzaṣ-ṣuḥufu nusyirat" berarti **lembaran-lembaran catatan amal dibuka** (*nusyirat*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *aṣ-ṣuḥuf* adalah catatan yang ditulis oleh *Kirāman Kātibīn*. Al-Qurthubi menambahkan bahwa catatan ini akan dibuka di hadapan seluruh manusia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pembukaan ini adalah tahap dimulainya perhitungan amal. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari catatan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pembukaan catatan sebagai penyingkapan seluruh sejarah hidup manusia.