IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 27

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 27

27 Surah At-Takwir Ayat 27 ⬇️
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ
📘 Cara Baca:
in huwa illā żikrul lil-'ālamīn
Arti Terjemahan Indonesia:
(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إن
Tidak lain
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: In (إِنْ) Nafy (seperti ما).
Akar Kata: أ ن
هو
ia (Al-Qur'an)
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: ه و
إلا
melainkan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Ḥaṣr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf pembatasan.
Akar Kata: أ ل ا
ذكر
peringatan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari هُوَ.
Akar Kata: ذ ك ر
ل
bagi
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Yā' (ي)
Penjelasan: Lām (لِ) Jarr. Isim Majrūr.
Akar Kata: ل - ع ل م
العالمين
seluruh alam
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Muzakkar Sālim
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Yā' (ي)
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: ع ل م
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ḥaṣr Bil-Nafy wa Istithnā`
Pernyataan **إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ (In huwa illā dzikrun/Ia tidak lain hanyalah peringatan)** adalah *Ḥaṣr* (pembatasan) yang menegaskan satu-satunya fungsi Al-Qur'an, yaitu **peringatan** (*dzikrun*). *Taʻmīm* (**lil-ʻālamīn/bagi seluruh alam**) menunjukkan universalitasnya.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Ia (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "In huwa illā dzikrul-lil-‘ālamīn" adalah penegasan fungsi Al-Qur’an: **Ia tidak lain hanyalah peringatan** (*dzikrun*) **bagi seluruh alam** (*lil-‘ālamīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah pengingat dan nasihat bagi seluruh umat manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *dzikrun* adalah kemuliaan dan kehormatan bagi yang mengikutinya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Al-Qur’an membawa manfaat universal. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah penutup yang lembut setelah kecaman. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *lil-‘ālamīn* sebagai jaminan relevansi Al-Qur’an sepanjang masa.