Ia (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "In huwa illā dzikrul-lil-‘ālamīn" adalah penegasan fungsi Al-Qur’an: **Ia tidak lain hanyalah peringatan** (*dzikrun*) **bagi seluruh alam** (*lil-‘ālamīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah pengingat dan nasihat bagi seluruh umat manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *dzikrun* adalah kemuliaan dan kehormatan bagi yang mengikutinya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Al-Qur’an membawa manfaat universal. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah penutup yang lembut setelah kecaman. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *lil-‘ālamīn* sebagai jaminan relevansi Al-Qur’an sepanjang masa.