Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa " ‘Alal-arā’iki yanẓurūn" berarti mereka **duduk di atas dipan-dipan** (*al-arā’ik*) **sambil memandang** (*yanẓurūn*). Ath-Thabari menerangkan bahwa pandangan ini adalah pandangan kepada nikmat Surga dan juga kepada wajah Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *al-arā’ik* adalah tempat duduk yang mewah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa posisi duduk sambil memandang adalah puncak ketenangan dan kepuasan. Al-Alusi menekankan bahwa kenikmatan terbesar adalah pandangan kepada Allah (merujuk pada ayat 15). Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ini sebagai lambang kehormatan tertinggi.