Kamu dapat mengetahui pada wajah mereka cahaya kenikmatan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Ta’rifu fī wujūhihim naḍratan-na’īm" berarti **wajah mereka memancarkan cahaya kenikmatan** (*naḍratan-na’īm*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa kemilau wajah ini adalah tanda kebahagiaan sejati. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *naḍrah* adalah keindahan, kesenangan, dan cahaya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan itu terpancar hingga ke luar. Al-Alusi menekankan bahwa wajah mereka berseri-seri karena keselamatan dari hisab. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pancaran wajah ini sebagai kedamaian hati yang sempurna.