IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mutaffifin Ayat 24

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mutaffifin Ayat 24

24 Surah Al-Mutaffifin Ayat 24 ⬇️
تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِۚ
📘 Cara Baca:
ta'rifu fī wujụhihim naḍratan na'īm
Arti Terjemahan Indonesia:
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
تعرف
kamu akan mengetahui
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (أنت).
Akar Kata: ع ر ف
في
pada
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ف ي ي
وجوههم
wajah mereka
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr. Hā' (هِمْ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: و ج ه - ه م
نضرة
cahaya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari تَعْرِفُ. Muḍāf.
Akar Kata: ن ض ر
النعيم
kenikmatan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari نَضْرَةَ.
Akar Kata: ن ع م
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Tasybīh
Kata **نَضْرَةَ النَّعِيمِ (naḍratan-naʻīm/seri kenikmatan)** adalah *Tasybīh* (penyerupaan) yang menggambarkan kebahagiaan batin yang terpancar jelas di wajah mereka.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Kamu dapat mengetahui pada wajah mereka cahaya kenikmatan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Ta’rifu fī wujūhihim naḍratan-na’īm" berarti **wajah mereka memancarkan cahaya kenikmatan** (*naḍratan-na’īm*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa kemilau wajah ini adalah tanda kebahagiaan sejati. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *naḍrah* adalah keindahan, kesenangan, dan cahaya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan itu terpancar hingga ke luar. Al-Alusi menekankan bahwa wajah mereka berseri-seri karena keselamatan dari hisab. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pancaran wajah ini sebagai kedamaian hati yang sempurna.