Maka pada hari ini, orang-orang yang berimanlah yang menertawakan orang-orang kafir.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Falyawmal-ladzīna āmanū mināl-kuffāri yaḍḥakūn" adalah pembalasan yang setimpal: **maka pada hari ini (Kiamat), orang-orang yang berimanlah yang menertawakan orang-orang kafir**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa tawa ini adalah kebalikan dari tawa penghinaan di dunia (ayat 29). Al-Qurthubi menambahkan bahwa tawa ini adalah tawa kegembiraan dan kemenangan sejati. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pembalasan ini adalah keadilan yang sempurna. Al-Alusi menekankan bahwa tawa ini adalah kenikmatan Surga. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan tawa akhirat ini sebagai pemulihan kehormatan total.