➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Illal-ladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun ghairu mamnūn" adalah pengecualian: **kecuali orang yang beriman dan beramal saleh**, bagi mereka **pahala yang tidak putus-putusnya** (*ghairu mamnūn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ghairu mamnūn* berarti pahala yang tidak terputus dan tidak diungkit-ungkit. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kontras dengan azab yang pedih. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pahala yang abadi ini adalah balasan atas jerih payah mereka di dunia (ayat 6). Al-Alusi menekankan bahwa pahala Surga tidak akan pernah habis. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pahala ini sebagai jaminan kenikmatan abadi yang tiada tara.