IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Insyiqaq Ayat 25

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Insyiqaq Ayat 25

25 Surah Al-Insyiqaq Ayat 25 ⬇️
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
📘 Cara Baca:
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnụn
Arti Terjemahan Indonesia:
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
Analisis I'rab untuk ayat ini belum tersedia.
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • آمَنُوا • Shorof
آمَنُوا berasal dari akar kata أ م ن. Bentuk aslinya adalah أَأْمَنُوا, merupakan Fiil Mahmūz.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Dua Hamzah yang bertemu (أَأْ) diubah menjadi satu Hamzah panjang (Alif Mad) $\rightarrow$ **آَمَنُوا**.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istithnā` Muḥtawi wa Khātimah
Ayat penutup (*Khātimah*) ini adalah *Istithnā` Muḥtawi* (pengecualian yang menyeluruh) yang mengembalikan harapan: **kecuali** orang beriman. *Jazā`* (balasannya) adalah **أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (ajrun ghairu mamnūn/pahala yang tidak terputus)**, menunjukkan keabadian kenikmatan Surga.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Illal-ladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun ghairu mamnūn" adalah pengecualian: **kecuali orang yang beriman dan beramal saleh**, bagi mereka **pahala yang tidak putus-putusnya** (*ghairu mamnūn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ghairu mamnūn* berarti pahala yang tidak terputus dan tidak diungkit-ungkit. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kontras dengan azab yang pedih. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pahala yang abadi ini adalah balasan atas jerih payah mereka di dunia (ayat 6). Al-Alusi menekankan bahwa pahala Surga tidak akan pernah habis. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pahala ini sebagai jaminan kenikmatan abadi yang tiada tara.