IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 21

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 21

21 Surah Al-Buruj Ayat 21 ⬇️
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
📘 Cara Baca:
bal huwa qur`ānum majīd
Arti Terjemahan Indonesia:
Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
بل
Bahkan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Iḍrāb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf beralih dari ucapan sebelumnya.
Akar Kata: ب ل ل
هو
dia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada' (merujuk pada Al-Qur'an).
Akar Kata: ه و
قرآن
Al-Qur'an
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari هُوَ.
Akar Kata: ق ر أ
مجيد
yang mulia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Sifat Musyabbahah
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Na'at bagi قُرْءَانٌ.
Akar Kata: م ج د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Iḍrāb dan Takhṣīṣ
Kata **بَلْ (Bal/Bahkan)** kali ini berfungsi sebagai *Iḍrāb* (pengalihan topik) ke substansi yang didustakan. *Takhṣīṣ* menyebutnya **قُرْآنٌ مَّجِيدٌ (qur`ānum majīd/Al-Qur'an yang mulia)**, mengagungkan kitab suci.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Bahkan (yang didustakan itu) adalah Al-Qur'an yang mulia.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Bal huwa qur'ānum majīd" adalah penegasan bahwa yang mereka dustakan itu **adalah Al-Qur'an yang mulia** (*majīd*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *majīd* berarti mulia, agung, dan banyak kebaikannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa meskipun Al-Qur’an memiliki kemuliaan yang tak tertandingi, mereka tetap mendustakannya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kemuliaan Al-Qur’an berasal dari Allah dan kebenaran isinya. Al-Alusi menekankan bahwa kedustaan mereka hanya merugikan diri sendiri, tidak mengurangi kemuliaan Al-Qur’an. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan Al-Qur’an yang mulia sebagai sumber petunjuk yang tak dapat dipadamkan.