Bahkan (yang didustakan itu) adalah Al-Qur'an yang mulia.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Bal huwa qur'ānum majīd" adalah penegasan bahwa yang mereka dustakan itu **adalah Al-Qur'an yang mulia** (*majīd*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *majīd* berarti mulia, agung, dan banyak kebaikannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa meskipun Al-Qur’an memiliki kemuliaan yang tak tertandingi, mereka tetap mendustakannya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kemuliaan Al-Qur’an berasal dari Allah dan kebenaran isinya. Al-Alusi menekankan bahwa kedustaan mereka hanya merugikan diri sendiri, tidak mengurangi kemuliaan Al-Qur’an. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan Al-Qur’an yang mulia sebagai sumber petunjuk yang tak dapat dipadamkan.