IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 6

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 6

6 Surah Al-Buruj Ayat 6 ⬇️
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ
📘 Cara Baca:
iż hum 'alaihā qu'ụd
Arti Terjemahan Indonesia:
ketika mereka duduk di sekitarnya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إذ
ketika
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu.
Akar Kata: أ ذ ا
هم
mereka
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mubtada' (di dalam jumlah Ḥālīyah).
Akar Kata: ه م م
عليها
di atasnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (عَلَى) dan Majrūr (هَا). Khobar Muqaddam.
Akar Kata: ع ل و - ه ا
قعود
duduk
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar / Jamak Fā'il
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari هُمْ.
Akar Kata: ق ع د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Kinayah
Frasa **إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (idz hum ʻalaihā quʻūd/ketika mereka duduk di sekitarnya)** adalah *Kinayah* tentang ketenangan, keangkuhan, dan kepuasan mereka dalam menyaksikan penderitaan orang beriman.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Ketika mereka duduk di sekitarnya.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Idz hum ‘alaihā qu'ūd" berarti orang-orang kafir itu **duduk di sekeliling parit** tersebut sambil menyaksikan orang beriman dibakar. Ath-Thabari menerangkan bahwa posisi duduk ini menunjukkan ketenangan dan kepuasan mereka dalam menyaksikan siksaan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mereka adalah pengawas yang menikmati penderitaan orang lain. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tindakan menyaksikan ini adalah kejahatan yang menambah dosa mereka. Al-Alusi menekankan bahwa mereka tidak hanya melakukan kekejaman, tetapi juga merestuinya. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan adegan duduk ini sebagai puncak dari kezaliman yang dingin dan kejam.