IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 19

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 19

19 Surah Al-A'la Ayat 19 ⬇️
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى
📘 Cara Baca:
ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā
Arti Terjemahan Indonesia:
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
صحف
lembaran-lembaran
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Badal / Muḍāf
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Badal dari ٱلصُّحُفِ. Muḍāf.
Akar Kata: ص ح ف
إبراهيم
Ibrahim
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Fathah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih (Ghairu Munṣarif).
Akar Kata: ب ر ه م
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و
موسى
Musa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah Muqaddarah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada إِبْرَٰهِيمَ.
Akar Kata: م و س
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • وَمُوسَى • Shorof
وَمُوسَى berasal dari akar kata م و س. Bentuk aslinya adalah مُوْسَى, merupakan Isim Laqīf Maqrūn.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Nama diri (*Isim Alam*) yang berakhir dengan alif maqṣūrah, terjadi i'lal berupa Ibdāl.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takhṣīṣ dan Khātimah
Ayat penutup (*Khātimah*) ini adalah *Takhṣīṣ* (pengkhususan), menyebut secara spesifik **Ibrahim dan Musa** sebagai pemilik kitab-kitab awal. Ini menunjukkan kesatuan ajaran (Tauhid, Tazkiyah, Akhirat) di antara para nabi.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

(Yaitu) lembaran-lembaran Ibrahim dan Musa. Penyebutan spesifik tentang kitab-kitab terdahulu.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Ṣuḥufi Ibrāhīma wa Mūsā" adalah penyebutan spesifik **lembaran-lembaran Ibrahim dan Musa**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini adalah lembaran-lembaran suci yang diturunkan kepada kedua nabi tersebut. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan keduanya menunjukkan keagungan para nabi tersebut. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ajaran tasbih, tazkiyah, dan keutamaan akhirat adalah inti dari ajaran mereka. Al-Alusi menekankan bahwa kebenaran adalah satu, meskipun kitabnya berbeda. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan bahwa ajaran Islam adalah penyempurna dari risalah-risalah terdahulu.