IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-A'la Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-A'la Ayat 7

7 Surah Al-A'la Ayat 7 ⬇️
اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ
📘 Cara Baca:
illā mā syā`allāh, innahụ ya'lamul-jahra wa mā yakhfā
Arti Terjemahan Indonesia:
kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إلا
kecuali
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istithnā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Pengecualian.
Akar Kata: أ ل ا
ما
apa yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Mustathnā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Pengecualian.
Akar Kata: م و ي
شاء
Dia kehendaki
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Allah).
Akar Kata: ش ي أ
الله
Allah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Alam
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari شَآءَ.
Akar Kata: أ ل ه
إنه
Sesungguhnya Dia
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Inna (إِنَّ) dan Hā' (هُ) Isim Inna.
Akar Kata: أ ن ن - ه و
يعلم
mengetahui
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Khobar إِنَّ
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Allah).
Akar Kata: ع ل م
الجهر
yang terang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari يَعْلَمُ.
Akar Kata: ج ه ر
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf, Mā (مَا) Ma'ṭūf kepada ٱلْجَهْرَ.
Akar Kata: و - م ا
ما
apa yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada ٱلْجَهْرَ.
Akar Kata: م و ي
يخفى
tersembunyi
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Ma).
Akar Kata: خ ف ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • شَاءَ • Shorof
شَاءَ berasal dari akar kata ش ي أ. Bentuk aslinya adalah شَيِأَ, merupakan Fiil Ajwaf Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di tengah kata berharakat fathah dan didahului fathah, sehingga diubah menjadi alif (ا).
Fiil • يَخْفَى • Shorof
يَخْفَى berasal dari akar kata خ ف ي. Bentuk aslinya adalah يَخْفَيُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Ibdāl: Huruf yā' (ي) disukunkan (Iskān) lalu diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah (kasus Ta'adhdhur).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istithnā` Muḥtawi wa Taukīd
Pengecualian **إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ (Illā mā syā`allāh/kecuali jika Allah menghendaki)** adalah *Istithnā`* (pengecualian) yang mengandung *Taqdīm* (mendahulukan) kehendak Allah. Dilanjutkan dengan *Taukīd* (**إِنَّهُ**) bahwa Allah mengetahui yang **terang** dan **tersembunyi** (*Ṭibāq*), memberikan legitimasi bagi kehendak-Nya.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Illā mā syā-allāh; innahū ya’lamul jahra wa mā yakhfā" adalah pengecualian yang menegaskan **kekuasaan mutlak Allah**; jika Allah menghendaki lupa, maka itu akan terjadi, tetapi Allah tidak akan menghendakinya. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah mengetahui yang **terang** (*jahra*) dan yang **tersembunyi** (*mā yakhfā*), yang menguatkan janji-Nya di ayat 6. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pengecualian ini adalah pengakuan keagungan Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu, baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati. Al-Alusi menekankan bahwa Allah mengetahui semua rahasia hati manusia. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ilmu Allah ini sebagai jaminan bahwa petunjuk-Nya adalah sempurna.