Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Deskripsi keadaan wajah orang-orang kafir di Hari Kiamat.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wujūhun yawma-idzin khāsyi’ah" berarti **wajah-wajah orang kafir yang tertunduk hina** karena malu dan takut akan hukuman. Ath-Thabari menerangkan bahwa *khāsyi’ah* menunjukkan kehinaan dan ketundukan yang tidak mereka tunjukkan di dunia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kehinaan ini adalah balasan atas kesombongan mereka di dunia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ketundukan ini adalah tanda ketidakberdayaan mereka di hadapan Allah. Al-Alusi menekankan bahwa kehinaan wajah mencerminkan kehinaan jiwa. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai nasib jiwa yang menolak petunjuk Ilahi.